MODEL SEEP DIALOGUE CRITIKAL THINKING (DD/CT) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI

Skripsi ini berjudul “Model Deep Dialogue/Critical Thinking dalam Pembelajaran Menulis Paragraf Argumentasi (Penelitian Tindakan Kelas Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 22 Bandung Tahun Ajaran 2009/2010)”.

Penelitian ini berawal dari permasalahan kurangnya tingkat keterampilan menulis siswa. Hal ini terlihat dari hasil kemampuan menulis siswa yang belum optimal dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana perencanaan pembelajaran menulis paragraf argumentasi menggunakan model deep dialogue/critical thinking? 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf argumentasi menggunakan model deep dialogue/critical thinking? 3) Bagaimana hasil pembelajaran menulis paragraf argumentasi menggunakan model deep dialogue/critical thinking?

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk; 1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis paragraf argumentasi menggunakan model deep dialogue/ critical thinking. 2) mendeskripsikan pembelajaran pembelajaran menulis paragraf argumentasi menggunakan model deep dialogue/critical thinking. 3) mendeskripsikan hasil pembelajaran menulis paragraf argumentasi menggunakan model deep dialogue/ critical thinking.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research. Penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan secara objektif permasalahan pembelajaran di kelas yang menyangkut perbaikan, peningkatan, dan pengelolaan kelas secara terbuka. Sumber data penelitian ini adalah aktifitas guru selama proses pelaksanaan tindakan dan hasil evaluasi pembelajaran berupa paragraf argumentasi.

Berdasarkan penelitian, ada tiga hal penting yang peneliti temukan sebagai jawaban dari rumusan masalah pada penelitian ini. Pertama, penulis dapat menyimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran menulis paragraf argumentasi menggunakan paragraf argumentasi telah tersusun dengan baik. Hal ini terbukti dari pelaksanaan kegiatan yang berjalan lancar sesuai dengan perencanaan

Kedua, pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf argumentasi menggunakan model deep dialogue/critical thinking di SMAN 22 Bandung kelas X-6 berjalan dengan baik. Hal ini berdasarkan aktifitas mengajar guru yang berhasil mendorong aktifitas belajar siswa secara aktif. Selain itu, peningkatan peran, kreatifitas, serta aktifitas siswa pun terlihat lebih baik dengan pembelajaran menulis paragraf argumentasi dengan menggunakan model deep dialogue/critical thinking.

Ketiga, pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan menggunakan model deep dialogue/critical thinking di SMAN 22 Bandung kelas X-6 dapat dikatakan berhasil. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil evaluasi. Hasil evaluasi siklus I nilai rata-ratanya 66, siklus II nilai rata-ratanya 73,1, dan nilai rata-rata siklus III adalah 77,4

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis paragraf argumentasi dengan menggunakan model deep dialogue/critical thinking dapat membantu meningkatkan prestasi belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa meningkat.


FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN MATA KULIAH PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN TINGGI (PSBT) PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL

FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN MATA KULIAH PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN TINGGI (PSBT) PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum faktor – faktor penentu keberhasilan mata kuliah PSBT pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Sipil FPTK UPI.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner, dimana alat pengumpulan datanya (instrumen) menggunakan angket yang disusun secara terstruktur. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa JPTS yang telah mengontrak mata kuliah PSBT.

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, analisis, pengolahan dan interpretasi data, maka secara garis besar penelitian ini telah berhasil menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan pada perumusan masalah.


Hasil penelitian ini telah menyimpulkan bahwa gambaran umum faktor-faktor penentu keberhasilan mata kuliah PSBT pada mahasiswa JPTS FPTK UPI, yang terdiri dari : faktor psikologis, keadaan ekonomi keluarga, kelengkapan sarana dan prasarana,dorongan dari lingkungan (keluarga dan teman perkuliahan), dan proses bimbingan cenderung cukup baik, artinya bahwa faktor – faktor penentu tersebut cukup mendukung terhadap keberhasilan mata kuliah PSBT.



Sebelum Download Baca Cara Download
 

MANFAAT HASIL BELAJAR MANAJEMEN SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN INSTITUSI PADA KESIAPAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN MANAJEMEN SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN INSTITUSI



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat hasil belajar Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi pada Kesiapan Praktek Kerja Lapangan Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi Berkaitan dengan Kemampuan Kognitif, Afektif dan Psikomotor. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan populasi mahasiswa tingkat 2 Angkatan 2008 Jurusan Gizi Poltekes Bandung, dan sampel berjumlah 43 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling. Hasil penelitian ini rata-rata menunjukkan: kemampuan Kognitif berada pada kriteria bermanfaat sebesar 80%, kemampuan Afektif berada pada kriteria bermanfaat sebesar 80%, kemampuan psikomotor berada pada kriteria bermanfaat  sebesar 80%. Hal ini mengandung implikasi penelitian menunjukan bahwa pembelajaran Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi memberikan dasar kemampuan yang mendukung dalam kesiapan Praktek Kerja Lapangan Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi. Rekomendasi ditujukan kepada mahasiswa untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor sehingga siap dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.




PENERAPAN SISTEM PELAYANAN FOOD & BEVERAGE PADA PRAKTIKUM TATA HIDANG SEBAGAI KESIAPAN TENAGA PRAMUSAJI

 PENERAPAN SISTEM PELAYANAN FOOD & BEVERAGE PADA PRAKTIKUM TATA HIDANG SEBAGAI KESIAPAN TENAGA PRAMUSAJI

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya sebagian besar peserta didik belum mencapai nilai Kriteria Unjuk Kerja sesuai tuntutan kriteria sistem pelayanan American Service dan sistem pelayanan Russian Service. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan sistem pelayanan Food & Beverage pada praktikum Tata Hidang sebagai kesiapan tenaga pramusaji. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik telah mampu menerapkan sistem pelayanan Food & Beverage meliputi aspek kognitif berada pada kriteria cukup, aspek afektif berada pada kriteria baik dan aspek psikomotor berkaitan dengan sistem pelayanan American Service dan sistem pelayanan Russian Service berada pada kriteria baik sekali. Implikasi hasil penelitian bahwa sistem pelayanan Food & Beverage pada praktikum Tata Hidang sebagai kesiapan tenaga pramusaji harus dipertahankan dan ditingkatkan agar menjadi lebih baik. Rekomendasi ditujukan kepada peserta didik untuk mempertahankan dan berupaya meningkatkan kemampuan pengetahuan dengan menggali wawasan dan pengetahuan melalui membaca buku yang berhubungan dengan sistem pelayanan Food & Beverage, serta melatih diri untuk menjadi seorang pramusaji.



HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA PROSES LAS BUSUR METAL MANUAL DI SMKN


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan sikap kerja dengan prestasi belajar pada proses las busur metal manual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis korelasi dengan menggunakan pengujian statistik. Populasi penelitian adalah siswa kelas X Teknik Permesinan di SMK Negeri 1 Karawang dengan jumlah 132 siswa. Sampel diambil 25% dari seluruh populasi, dengan menggunakan instrument berupa dokumentasi dan pedoman observasi yang telah di disahkan validitas dan reliabilitasnya oleh para ahli. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kondisi variabel X dan Y berdistribusi pada taraf signifikansi (α) 0,05 sehingga dilakukan pengujian linieritas dengan analisis regresi sederhana dan analisis koefisien korelasi dengan hasil korelasi rho 0,58. Hasil pengujian hipotesis menyatakan berada didaerah penolakan H0, artinya Terdapat hubungan antara sikap kerja dan prestasi belajar pada proses las busur metal manual, siswa SMK Negeri 1 Karawang kelas X  Jurusan Teknik Permesinan pada semester genap tahun ajaran 2009/2010. Rendahnya hubungan sikap kerja dengan prestasi belajar pada proses las busur manual disebabkan oleh tingkat kesadaran dan konsistensi siswa terhadap pentingnya tata tertib, keselamatan dan kesehatan kerja dan pemeliharaan mesin atau alat-alat kerja las. Dengan demikian dilakukan upaya peningkatan sikap kerja agar menjadi lebih positif melalui pemberdayaan aspek kognisi, afeksi dan konasi serta tindakan persuasive dan netral.



PENERAPAN METODE BRAINSTORMING DAN HUBUNGANNYA DENGAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIKLAT PADA MATA PELATIHAN PERMASALAHAN SOSIAL DALAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SERTIFIKASI PEKERJA SOSIAL

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara penerapan metode brainstorming dengan aktivitas belajar peserta diklat. Penelitian ini bertolak dari permasalahan umum: “Bagaimana hubungan antara penerapan metode brainstorming dengan aktivitas belajar peserta diklat?”. Permasalahan khusus dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana hubungan antara penerapan metode brainstorming dengan aktivitas belajar peserta diklat pada aspek minat dan perhatian pada mata pelatihan permasalahan sosial dalam pendidikan dan pelatihan sertifikasi pekerja sosial? 2) Bagaimana hubungan antara penerapan metode brainstorming dengan aktivitas belajar peserta diklat  pada aspek memberikan ide atau pendapat pada mata pelatihan permasalahan sosial dalam pendidikan dan pelatihan sertifikasi pekerja sosial? 3) Bagaimana hubungan antara penerapan metode brainstorming dengan aktivitas belajar peserta diklat pada aspek memecahkan masalah pada mata pelatihan permasalahan sosial dalam pendidikan dan pelatihan sertifikasi pekerja sosial?

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: “penerapan metode brainstorming berhubungan secara signifikan dengan aktivitas belajar peserta diklat”.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasional dan teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan instrument penelitian berupa angket. Penelitian ini dilaksanakan di balai besar pendidikan dan pelatihan kesejahteraan sosial. populasi yang diambil yaitu peserta diklat sertifikasi pekerja sosial berjumlah 25 peserta diklat. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling sebanyak 25 peserta diklat dengan Pengolahan data dan menganalisi data menggunakan statistik non parametrik dengan bantuan SPSS. Analisis korelasional menggunakan Rank Spearman.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara  penerapan metode brainstorming dengan aktivitas belajar peserta diklat, dengan nilai koefisiensi korelasi sebesar 0.549 dengan taraf signifikansi untuk hipotesis umum sebesar 0.004. Penerapan metode brainstorming berhubungan dengan aktivitas belajar peserta diklat pada mata pelatihan permasalahan sosial dalam pendidikan dan pelatihan sertifikasi pekerja sosial.


Bab I
Bab II
Bab III
Bab IV
Bab V
Daftar Pustaka


MANFAAT PEMBIASAAN MAKAN DI TAMAN KANAK-KANAK DARUL HIKAM BANDUNG PADA KEBIASAAN MAKAN DI RUMAH

Penelitian ini dilatarbelakangi perilaku hidup sehat seorang anak terbentuk dari lingkungan sekolah, rumah, dan lingkungan sekitar. Salah satu penanaman perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah adalah penyelenggaraan makan di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manfaat pembiasaan makan di Taman Kanak-kanak Darul Hikam Bandung pada kebiasaan makan di rumah yang berkaitan dengan pemilihan makanan sehat dan bergizi,  kebutuhan makan anak prasekolah, dan tata cara makan yang benar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel 30 orangtua siswa TK Darul Hikam Bandung. 

Hasil penelitian pada aspek pemilihan makanan sehat dan bergizi berada pada kriteria bermanfaat. Aspek kebutuhan makan anak prasekolah berada pada kriteria bermanfaat. Aspek tata cara makan yang benar berada pada kriteria sangat bermanfaat. Implikasi hasil penelitian bahwa pembiasaan makan di sekolah bermanfaat dan harus dipertahankan pada kebiasaan makan di rumah. Rekomendasi ini ditujukan kepada Guru-guru Taman Kanak-kanak Darul Hikam Bandung perlu melakukan penguatan pada orangtua siswa terhadap yang diserap anak di sekolah tentang pemilihan makanan sehat dan bergizi, kebutuhan makan anak prasekolah, dan tata cara makan yang benar melalui acara silaturahmi antara orangtua dan Guru-guru yang dilakukan di sekolah.

Bab I

Bab II

Bab III

Bab IV

Bab V

Daftar Pustaka

KONTRIBUSI KEGIATAN KEMAHASISWAAN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR

Penelitian ini berangkat dari adanya pertanyaan tentang sejauh mana kegiatan kemahasiswaan di JPTA – UPI dapat mendukung motivasi berprestasi mahasiswa JPTA – UPI dimana korelasi antar kedua variabel ini belum jelas terlihat. Atas dasar permasalahan tersebut maka tujuan dibuatnya penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kegiatan kemahasiswaan terhadap motivasi berprestasi mahasiswa JPTA – UPI

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif korelasional dengan populasi mahasiswa JPTA-UPI yang aktif di kegiatan kemahasiswaan. Pengumpulan data untuk setiap variabel menggunakan angket yang telah melalui uji validitas dan uji reliabilitas agar angket tersebut layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Kemudian angket tersebut dibagikan kepada sejumlah sampel penelitian yang telah ditentukan.

Setelah data dari kedua variabel terkumpul, maka dilakukan berbagai macam perhitungan secara statistik untuk dapat menjawab permasalahan penelitian. Penghitungan dan pengujian yang dilakukan diantaranya ialah uji normalitas, melalui uji normalitas didapatkan salah satu variabel tidak berdistribusi normal dan penelitian dilanjutkan dengan menghitung korelasi kedua variabel dengan menggunakan rumus Spearman Rank. Dari hasil penghitungan tersebut didapatkan hasil koefisien korelasi yang termasuk ke dalam kategori kuat, angka hasil uji korelasi tersebut digunakan kembali untuk menghitung besaran koefisien determinasi untuk mengetahui berapa besar kegiatan kemahasiswaan memberi kontribusi pada motivasi berprestasi.

Dari hasil penghitungan tersebut didapatkan hasil yang menyatakan kegiatan kemahasiswaan berkontribusi sebesar 53% terhadap motivasi berprestasi mahasiswa JPTA-UPI. Hasil penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian ini, dimana hasil penghitungan statistik menyatakan bahwa kegiatan kemahasiswaan pada JPTA-UPI termasuk kedalam kategori baik, begitu pula dengan motivasi berprestasi mahasiswa JPTA-UPI juga berada dalam kriteria baik.

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuahkan kesimpulan bahwa “Terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara kegiatan kemahasiswaan terhadap motivasi berprestasi mahasiswa JPTA – UPI“.

Sebelum Download Baca Cara Download







Pengaruh Penugasan Terhadap Keterampilan Siswa Menginterpretasi dan Mengkonstruksi Grafik Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Pada Sistem Reproduksi

Skripsi ini berjudul pengaruh penugasan terhadap keterampilan siswa menginterpretasi dan mengkonstruksi grafik melalui pembelajaran kooperatif pada sub konsep sistem reproduksi manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pengaruh metode penugasan terhadap keterampilan siswa SMA dalam menginterpretasi dan mengkonstruksi grafik melalui model pembelajaran  kooperatif tipe jigsaw pada konsep sistem reproduksi manusia siswa SMA kelas XI.  Metode penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan desain penelitian Control Group Pretes-Postes. Uji statistik menunjukkan bahwa nilai pretes  keterampilan menginterpretasi kelas eksperimen tidak berbeda signifikan dengan kelas kontrol, sehingga  uji statistik dilanjutkan dengan pengujian nilai postes yang menunjukkan bahwa nilai postes  keterampilan menginterpretasi kelas eksperimen berbeda signifikan dengan kelas kontrol,  Z hitung = 4,34 > Z tabel = 1,96 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, Data pretes  keterampilan  mengkonstruksi kelas eksperimen berbeda signifikan dengan kelas kontrol menunjukkan  nilai Z hitung = 5,19 > Z tabel = 1,96 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Analisis respon kesulitan siswa dalam keterampilan menginterpretasi dan mengkonstruksi grafik dikarenakan kurangnya latihan dan bimbingan dari guru.


Kata Kunci: Penugasan, Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Keterampilan menginterpretasi, Keterampilan Mengkonstruksi Grafik, Sistem Reproduksi.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GENERALISASI MATEMATIS SISWA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 
  1. (1) peningkatan kemampuan generalisasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan pendekatan pemecahan masalah lebih baik daripada kemampuan generalisasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran pemecahan masalah; 
  2. (2) kualitas peningkatan kemampuan generalisasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dibanding-kan dengan siswa yang memperoleh pendekatan pembelajaran pemecahan masalah; dan 
  3. (3) respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan pendekatan pemecahan masalah. Hipotesis yang diuji adalah Peningkatan kemampuan generalisasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan pendekatan pemecahan masalah lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan pemecahan masalah. 

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 38 Bandung kelas VII tahun ajaran 2010/2011, dengan sampel penelitian kelas VII-F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-E sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal tes awal (pretes) dan tes akhir (postes), angket skala sikap, lembar observasi dan jurnal harian siswa. 

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
  1. (1) Kemampuan generalisasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan pendekatan masalah lebih baik dibandingkan kemampuan generalisasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran dengan pendekatan pemecahan masalah; 
  2. (2) Kualitas peningkatan kemampuan generalisasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan pendekatan pemecahan masalah tergolong sedang sedangkan kualitas peningkatan kemampuan generalisasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan pemecahan masalah tergolong rendah; 
  3. (3) Pada umumnya siswa merespon positif terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan pendekatan pemecahan masalah.

Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, kemampuan generalisasi matematis, pendekatan pemecahan masalah

Sebelum Download Baca Cara Download