PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI RESTORAN

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI RESTORAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen pada Restoran Kelapa Lagoon jl.Sumatra Kota Bandung.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode verifikatif dengan tekhnik Systematic Random Sampling. Sampel pada penelitian ini adalah 100 pengunjung restoran Kelapa Lagoon. Analisis data dalam penelitian ini regresi linier ganda.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh kualitas produk berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen,sedangkan harga dan kualitas pelayanan secara bersama- sama berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen adalah 32,4% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor- faktor lain. Variable kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang paling besar dibandingkan dengan variable harga, yaitu sebesar 52,4% sedangkan untuk variable harga sebesar 41,7%

Untuk itu perlu diperhatikan dari segi harga yang ditawarkan harus lebih murah dibandingkan dengan harga yang ditawarkan restoran lain sesuai dengan manfaatnya, maka akan membuat tamu merasa puas dan loyal kepada perusahaan. Untuk meningkatkan konsumen agar tetap puas terhadap perusahaan perlu diadakan program promosi untuk masyarakat luas dan sering diadakan event atau acara yang dilakukan oleh Restoran Kelapa Lagoon, mengadakan potongan harga (discount)  ataupun special price pada produk-produk tertentu dengan tidak mengurangi kualitas dan manfaat baik dari segi kualitas pelayanan maupun harga yang sesuai dengan manfaat yang diterima konsumen yang akan meningkatkan kepuasan konsumen kepada perusahaan.          

Kata Kunci : Kualitas Produk, Harga, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen


Sebelum Download Baca Cara Download


KETERAMPILAN INTERPRETASI SISWA LAKI-LAKI DAN SISWA PEREMPUAN TERHADAP GAMBAR DAN BAGAN PADA KONSEP SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang berjudul “Keterampilan Interpretasi Siswa Laki-laki dan Siswa Perempuan terhadap Gambar dan Bagan pada Konsep Sistem Reproduksi Manusia“. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai keterampilan siswa laki-laki dan siswa perempuan kelas XI IPA dalam melakukan interpretasi terhadap gambar dan bagan pada konsep sistem reproduksi manusia. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri  Kelas XI IPA 4 Semester 2 dengan jumlah 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. 

Instrumen penelitian berupa tes keterampilan interpretasi berbentuk uraian yang disajikan dalam bentuk gambar dan bagan serta angket siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan interpretasi siswa laki-laki dan siswa perempuan. Keterampilan interpretasi siswa laki-laki termasuk kategori cukup (61,48%) sedangkan siswa perempuan termasuk kategori kurang (55,56%), serta penguasaan tiap indikator keterampilan interpretasi yang terdiri dari keterampilan menghubungkan hasil pengamatan termasuk kategori baik (80%) untuk siswa laki-laki sedangkan siswa perempuan termasuk kategori cukup (60%), keterampilan menemukan pola dari suatu seri pengamatan termasuk kategori kurang (58,75%) untuk siswa laki-laki sedangkan siswa perempuan termasuk kategori cukup (62,08%) dan keterampilan menyimpulkan hasil pengamatan, baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan termasuk kategori kurang sekali dengan persentase masing-masing sebesar 52,78% dan 43,89%.


Download Daftar Isi
Download BAB 1
Download BAB 2
Download BAB 3
Download BAB 4
Download BAB 5
Download Daftar Pustaka



Cara Download Contoh Skripsi Gratis

Buat Anda sahabat Mahasiswa, bagi yang ingin mendownload contoh skripsi yang ada, silakan buka link Donload dari Daftar Isi, Bab I, II, III, IV, V sampai daftar pustaka.

  • Tunggu lebih kurang 5 detik lalu klik SKIP di kanan atas


  • Akan muncul folder di komputer, Klik Save.

  • Pastikan menyimpannya di folder yang mudah dibuka

HAPPY DOWNLOAD

PENGGUNAAN ALAT PERAGA MAKET KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK PADA TEMA PENDIDIKAN

PENGGUNAAN ALAT PERAGA MAKET KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK PADA TEMA PENDIDIKAN 
 Penelitian Tindakan Kelas pada Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas III SD Negeri

Dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas, seorang guru pasti menemukan banyak hal, mulai dari hal yang biasa saja sampai dengan hal yang luar biasa. Salah satu diantara permasalahan yang timbul adalah tidak digunakannya alat peraga sebagai sarana fisik untuk menyampaikan materi pelajaran sehingga hasil belajar siswa masih rendah  atau dibawah KKM yang sudah ditentukan. Berangkat dari permasalahan tersebut, seorang guru akan menjadi “kaya” dengan pengalaman mengajar. Namun dari permasalahan yang dihadapi seorang guru masih sedikit sekali yang tergerak hatinya untuk mencarikan solusi dengan melakukan penelitian. Dalam hal ini penulis mencoba untuk melakukan kegitan penelitian tersebut.

Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah mencari jawaban apakah dengan penggunaan alat peraga dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mencari jawabannya penulis melakukan penelitian dengan metode penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam dua siklus dengan alur penelitian yang digunakan adalah observasi awal, refleksi awal penyusunan rencana tindakan, implementasi tindakan, observasi tindakan dan refleksi. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Tugu 8 Kecamatan Cimanggis Kota Depok.

Instrumen dalam penelitian ini adalah tes pada setiap siklus dan lembar observasi. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan alat peraga maket kenampakan permukaan bumi  dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar yang dicapai setelah siklus I adalah 65,1%, siklus II adalah 79%. Berdasarkan standar penilaian yang dikeluarkan Dirjen Pendidikan Tinggi bahwa nilai rata-rata hasil belajar tersebut tergolong baik.

Dari hasil penelitian tersebut diatas maka penulis berkesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, karena siswa menemukan sendiri konsep yang dipelajari melalui penggunaan alat peraga. Untuk itu penulis memberikan saran bahwa penggunaan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran IPA di SD dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa.



PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN KREATIVITAS GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN EKONOMI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI

PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN KREATIVITAS GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN EKONOMI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang berjudul “Keterampilan Interpretasi Siswa Laki-laki dan Siswa Perempuan terhadap Gambar dan Bagan pada Konsep Sistem Reproduksi Manusia“. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai keterampilan siswa laki-laki dan siswa perempuan kelas XI IPA dalam melakukan interpretasi terhadap gambar dan bagan pada konsep sistem reproduksi manusia. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 9 Kota Bandung Kelas XI IPA 4 Semester 2 dengan jumlah 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan interpretasi berbentuk uraian yang disajikan dalam bentuk gambar dan bagan serta angket siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan interpretasi siswa laki-laki dan siswa perempuan. Keterampilan interpretasi siswa laki-laki termasuk kategori cukup (61,48%) sedangkan siswa perempuan termasuk kategori kurang (55,56%), serta penguasaan tiap indikator keterampilan interpretasi yang terdiri dari keterampilan menghubungkan hasil pengamatan termasuk kategori baik (80%) untuk siswa laki-laki sedangkan siswa perempuan termasuk kategori cukup (60%), keterampilan menemukan pola dari suatu seri pengamatan termasuk kategori kurang (58,75%) untuk siswa laki-laki sedangkan siswa perempuan termasuk kategori cukup (62,08%) dan keterampilan menyimpulkan hasil pengamatan, baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan termasuk kategori kurang sekali dengan persentase masing-masing sebesar 52,78% dan 43,89%.  

Isi Skripsi berupa file PDf.


Tips memilih judul skripsi, thesis dan karya ilmiah lain

Ada beberapa metode bijak untuk menentukan judul skripsi, tesis, disertasi, tugas akhir, tugas khusus dan penulisan karya ilmiah lainnya. Cara-cara tersebut adalah :

• Sesuaikan judul dengan basic interest/kesukaan


Perlu diketahui kenapa saya memberikan poin pertama untuk sesuaikan judul dengan basic interest adalah ketika kita berbuat atau melakukan sesuatu akan terdorong oleh minat yang kuat. Minat ini terbangun atas adanya dorongan mental dari dalam diri kita.

Bagaimana kita bisa menjadi MAU untuk mengerjakan sesuatu jika kita saja tidak suka. Yang ada jika ini dipaksakan adalah hanya pengerjaan setengah hati. Totalitas Anda akan terhambat.

Terkadang juga orang tidak berani melakukan sesuatu karena tidak mengakui bahwa kita mempunyai kekuatan tersembunyi dalam diri kita masing-masing, kekuatan yang membuat kita mau dan berani mengambil tindakan. Tidak hanya dalam angan angan. Yang mendasari adalah bagaimana sudut pandang kita terhadap sesuatu.

Contohnya, jika Anda adalah seorang owner bisnis.
Perintahkan kepada karyawan Anda untuk bersih-bersih 3 kali lebih bersih dari hari sebelumnya dan informasikan bahwa besok Akan Ada presiden akan datang ke tempat kerja Anda untuk melakukan tinjauan.
Bisa dipastikan bahwa hasil akan lebih bersih (baik) daripada hari sebelumnya. Inilah yang saya maksud dengan kekuatan tersembunyi di dalam diri kita, terkadang memang kita malas karena tidak ada alasan kuat yang mendasari kita untuk melakukan sesuatu. Dan bayangkan juga ketika besok adalah ujian, pastinya Anda mau tidak mau harus belajar demi meraih nilai yang anda impikan.

Yang saya maksud di sini adalah sebenarnya kita mampu, hanya saja kita perlu untuk menyadari bahwa kita memang mampu.

Dengan menentukan judul sesuai dengan kesukaan Anda, ini akan menambah gain interest atau alasan melakukan sesuatu dan bertanggungjawab nantinya terhadap judul yang anda tentukan dengan mengerjakan karya ilmiah.

• Sesuaikan dengan kemampuan


• Hal ini lebih kepada saat Anda mengerjakan project Anda dan menjadikannya mejadi karya ilmiah. Ketika Anda menjadi pembicara dalam sebuah presentasi dapat dipastikan bahwa apa yang Anda ungkapkan tidak lebih dari 70 persen dari kemampuan Anda. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan apa yang Anda bisa dapat memberikan kontribusi yang maksimal terhadap karya tulis yang sedang atau akan Anda buat, akan riskan jadinya jika Anda menentukan sebuah judul karya ilmiah padahal Anda tidak punya kemampuan terhadap apa yang Anda kerjakan.
Banyak waktu Anda akan terbuang percuma untuk mendapatkan informasi terhadap materi judul yang akan Anda buat jika tidak mempunyai basic kemampuan dalam terhadap materi judul. Anda akan belajar mulai dari awl dan inilah yang saya anggap riskan. Untuk memahami materi tidak semudah membalikkan telapak tanga, butuh waktu, tenaga dan materi yang banyak. Dan pastinya akan menghambat Anda dalam pembuatan karya ilmiah walaupun ini bisa ditutupi dengan penggalian informasi melalui referensi, tetap saja akan mengganggu hasil dari karya ilmiah yang Anda buat.

Di sini saya berusaha menyadarkan Anda bahwa judul yang berkualitas dengan materi yang berkualitas tidak bisa didaopatkan dari referensi saja. Ini melibatkan Anda dalam menemukan sesuatu yag baru, tidak ditemui sebelumnya diluar karya ilmiah Anda. Yang ada adalah referensi adalah dasar pemahaman materi, bukan hasil temuan yang Anda buat. Kita harus paham bahwa karya ilmiah bertujuan untuk menemukan hasil temuan baru dari hasil penelitian/karya ilmiah yang dibuat. Bukan hanya mengaplikasikan materi atau referensi yang sudah ada saja. Terasa tidak ada yang spesial jika tidak ada perubahan dari masa-ke masa terhadap karya tulis.

• Simulasikan hasil judul sementara dengan kebutuhan masyarakat

• Mensimulasikan materi judul yang Anda buat merupakan salah satu syarat untuk mencapai hasil temuan dari karya tulis yang berbobot. Apa gunanya jika karya tulis yang kita buat jika hanya memenuhi kewajiban untuk membuat skripsi atau tugas akhir saja tanpa ada kontribusi nyata terhadap perubahan masyarakat atau membantu masyarakat untuk melakukan sesuatu dengan lebih mudah. Hanya menjadi kertas berisi materi dan bukan aplikasi nyata kepada masyarakat menjadikan karya tulis kita sebagai sebuah buku tidak bermakana pada kehidupan masyarakat kita. Padahal makna membuat karya tulis adalah karena alasan agar kita dapat bekerja untuk masyarakat dan juga bisa mendapatkan materi(pekerjaan) darinya. Jika masyarakat tidak butuh, bagaimana hal ini akan tercapai.
Mensimulasikan karya tulis tersebut bisa kita lakukan dengan cara analisa SWOT, 5W+H, AIDA, Questioner, bertanya langsung ke masyarakat dan lainnya yang mendukung pencapaian sebuah informasi tentang kebutuhan masyarakat. Dan pastikan hasil dari penelitian ini mempunyai data yang valid agar Anda bisa berbuat lebih terhadap temuan Anda dengan karya tulis. Penelitian disini tidak harus muluk-muluk, secukupnya saja, perlu diingat bahwa inti penelitian yang Anda buat dalam mensimulasikan adalah kebutuhan masyarakat untuk bahan judul yang Anda buat.

• Cari referensi yang mendukung

 Referensi ini sebenarnya adalah langkah kedua dalam menetukan judul setelah Anda yakin bahwa judul yang dibuat telah mantap. Referensi ini dilakukan untuk menunjang karya ilmiah hingga penulisannya. Tidak mungkin kita menulis karya ilmiah hanya hasil temuannya saja tanpa ada dasar materi. Demikian juga judul yang kita buat mungkin sudah ada yang pakai, kan gak OK klu judul sama ketika kita meakukan pencaria di google. Oleh sebab itu lakukan perbandingan dengan melakukan pencarian referensi.

• Sharing dosen, teman, kolega dan lainnya

• Dalam sharing ini Anda akan mendapatkan saran dan kritik dalam pengambilan keputusan menentukan judul. Dengan sharing Anda mengetahui kekurangan, kelemahan, kekuatan dan kelebihan dari judul yang Anda buat dari sumber lain yang kompeten, dianggap kompeten karena orang-orang yang mejadi sumber sharing adalah orang-orang yang mengetahui materi dalam judul yang Anda buat dan perilaku diri Anda sendiri.

a. Dosen
Orang paling kompeten untuk sharing adalah dosen, karena dosen adalah orang yang menggeluti dunia edukasi sejak lama, jauh sebelum Anda memahami materi perkuliahan. Dosen memahami materi dan serangkaian proses yang akan Anda lakukan ketika menentukan sebuah judul karya tulis. Dengan demikian saran mereka lebih memiliki dampak terhadap judul Anda. Kebijakan-kebijakan yang dibuat seorang dosen ketika Anda melakukan sharing adalah hasil analisa peristiwa sebelum-sebelumnya dan termasuk materi yang akan Anda tentukan. Dosen tahu betul bagaimana membuat saran kepada Anda, tak dapat dipungkiri bahwa dosen memang rujukan utama dalam hal ini.

b. Teman
Kebanyakan dari makhluk sosial seperti manusia adalah bergantung pada komunitas di sekitarnya. Teman bisa memberikan saran dengan melihat pribadi Anda, memandang Anda sebagai bagian darinya. Teman adalah orang yang tahu bagaimana Anda dalam melakukan sesuatu dan bertindak terhadap sesuatu.Dengan demikian saran yang didapatkan dari seorang teman adalah murni dari analisa mereka terhadap kemampuan, tingkah laku, cara berpikir dan berperilaku Anda sehingga saran ini lebih kepada bagaimana diri Anda akan berbuat demi terlaksananya karya ilmiah. Ditambah lagi dengan kemampuan teman Anda terhadap materi judul yang Anda buat merupakan syarat khusus agar saran ini sesuai dengan kebutuhan dari harapan saran yang anda minta.

• Do It

• Ironis memang, sekarang ini banyak orang kebingungan tentang apa yang harus dilakukan. Sharing sudah, simulasi sudah, cari refensi sudah, tapi yang kurang mengenakkan adalah seringkali kita merasa masih kurang dan kurang, akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Mulailah bertindak sedikit demi sedikit untuk judul Anda, tidak harus sempurna. Dan pada prosesnya nanti Anda akan mengerti bagaimana harus bertindak dan judul Anda sudah pasti selesai/ditentukan dengan mudah, tidak mungkin secara ceroboh Anda melakukan hal ini bukan, so bertindaklah sekarang juga untuk judul Anda.

Perkembangan motorik halus dan kasar

PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KASAR

Agar si kecil bisa mencapai dan melewati perkembangannya dengan normal, perlu diberikan stimulasi yang tepat sesuai usianya.

Idealnya, perkembangan motorik kasar dan halus si kecil akan diamati setiap berkunjung ke dokter spesialis anak dengan melakukan beberapa tes; apakah anak sudah bisa melakukan suatu gerakan A, misal. Dengan begitu, ketika ada keterlambatan, dokter langsung dapat mengintervensi dan memberi saran pada orang tua.

Tes yang umum dilakukan untuk memantau perkembangan motorik adalah tes Denver. Tes ini membagi perkembangan anak jadi empat, yaitu perkembangan personal sosial, perkembangan bahasa, serta perkembangan motorik kasar dan motorik halus adaptif. Perkembangan bayi akan diamati setiap 1 bulan sekali. Sedangkan balita, atau tepatnya setelah anak menginjak usia 2 tahun ke atas, cukup 3 bulan sekali.

Tes Denver ini, terang Ika Widiawati, lulusan Fakultas Psikologi UI, semacam checklist untuk mempermudah pemantauan akan perkembangan anak. Apakah anak sesuai dengan perkembangan usianya saat itu atau tidak. "Kalau misalnya anak terlambat, kita harus tahu pasti, bagian mana yang terlambat. Apakah perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa atau personal sosialnya." Bila sudah diketahui, misal, "O, anak ini hanya perkembangan motoriknya saja yang terganggu, yang lain sesuai." Maka terapinya akan ditekankan ke situ.

Namun, jangan buru-buru menganggap si kecil mengalami kelainan, karena siapa tahu yang jadi penyebab justru kurangnya stimulasi. Itu sebab, bila terjadi keterlambatan, kita harus tahu persis penyebabnya. "Tak heran seorang psikolog akan bertanya bagaimana pola pengasuhan orang tua terhadap anaknya. Bukan tak mungkin orang tua yang overprotective akan membuat anak sulit berkembang. Kalau ini masalahnya, jelas orang tuanya yang perlu diterapi. Harus di beri penjelasan tentang dan cara-cara melakukan stimulasi pada anak."

Tapi kalau semua perkembangan anak terlambat, dari perkembangan bahasa, personal sosial, motorik kasar dan halusnya, maka anak dinyatakan mengalami retardasi mental/keterbelakangan mental. Misal, anak usia 3 tahun namun kemampuan motorik halus, kasar, termasuk berbahasa dan sosialnya, masih setara dengan anak usia 1 tahun 8 bulan.

Yang jelas, bila masalahnya berhubungan dengan motorik kasar, anak akan menjalani fisioterapi. Sedangkan jika masalahnya pada motorik halus, ia akan menjalani terapi okupasi. Untuk keterlambatan bahasa, tentu anak akan menjalani terapi wicara, dan sebagainya.

Nah, seperti apa perkembangan motorik kasar dan halus si batita? Yuk, kita, simak bersama di bawah ini, merunut tes Denver yang sudah dimodifikasi. Selanjutnya, amati apakah perkembangan si kecil sudah sesuai. Jangan lupa, beri stimulus agar ia bisa mencapai tahap-tahap perkembangan yang harus dilaluinya. Tentunya dilakukan sambil bermain, ya, Bu-Pak.
Faras Handayani.Foto: Iman Dharma (nakita)



TEKNIK BERCERITA DALAM PENGAJARAN BAHASA

PENGAJARAN secara formal di dalam bilik darjah biasanya begitu popular dilakukan dengan menggunakan teks sebagai media pengantar. Proses ini telah berlaku dan klise dalam dunia pendidikan. Proses pendidikan memerlukan lebih banyak cara penyampaian mengikut kesesuaian subjek pelajaran. Dalam pengajaran bahasa, komitmen guru secara lebih kreatif sangat dituntut dalam berkomunikasi. Salah satu komunikasi ialah melalui teknik bercerita. Bercerita merupakan salah satu sumber pendidikan yang amat rapat dengan dunia kanak-kanak. Bercerita semacam satu budaya yang sangat hidup dalam masyarakat. Pendidikan awal tidak formal kanak-kanak banyak diperolehi melalui komunikasi bercerita. Melaluinya informasi diperolehi begitu cepat kerana dalam proses bercerita komunikasi lebih satu hala wujud. Pencerita bercerita, yang mendengar akan menyoal dan bertanya pada waktu tertentu. Inilah sebenarnya yang diperlukan dalam dunia pendidikan. Pendidikan itu hidup dalam suasana harmoni dan komunikasi tidak tertekan.

Dalam pendidikan secara formal, teknik bercerita itu mempunyai banyak tujuan yang telah digariskan oleh beberapa tokoh pendidikan. Ee Ah Meng (1993: 143) menggariskan 12 tujuan becerita dan Mook Soon Sang (1993: 107) menggariskan lapan tujuan. Dengan merumuskan secara singkat, antara tujuannya ialah:

* Ia memotivasikan murid-murid untuk minat belajar dalam suasana yang menggembirakan;

* Pembelajaran yang berlaku melalui cerita adalah lebih kekal dan diingati lebih lama. Oleh itu, nilai-nilai murni boleh diterapkan ke dalam cerita-cerita tersebut;

* Setengah-setengah cerita dapat melibatkan murid-murid secara aktif. Dengan itu, bercerita boleh menjadi suatu strategi pengajaran yang memusatkan kepada murid-murid;

* Cerita yang bertema moral dapat membantu murid-murid menghayati nilai-nilai murni. Ini adalah kerana murid-murid belajar melalui peniruan watak-watak baik yang ditonjolkan dalam cerita;

* Cerita dapat mengurangkan masalah disiplin secara tidak langsung. Ini adalah kerana murid-murid yang tertarik kepada cerita ingin mendengar dengan teliti dan dengan itu tidak mungkin akan menimbulkan masalah disiplin;

* Ia dapat memperluaskan pengalaman murid jika cerita itu dapat dikaitkan dengan kehidupan seharian;

* Ia meningkatkan lagi kemahiran mendengar murid dan daya kreativiti murid-murid; dan

* Melatih murid menyusun idea secara teratur sama ada secara lisan atau tulisan bagi aktiviti selanjutnya. Secara tidak langsung, mereka juga boleh menambahkan bahan-bahan untuk menulis karangan.

Ada beberapa aspek yang perlu diambil kira bagi menentukan keberkesanan cerita. Suara amat penting. Suara itu sebenarnya aset yang sangat dituntut dalam dunia pendidikan. Suara bukan sahaja memainkan peranan yang amat penting yang menentukan keberkesanan sesuatu cerita, malah sangat penting untuk semua aspek penyampaian pengajaran yang lain. Dalam bercerita, suara itu mempunyai disiplin. Intonasi suara perlulah jelas dan lantang supaya dapat didengar oleh semua pendengar. Nada suara tidak terlalu mendatar. Pencerita perlu menunjukkan emosi melalui nada suara yang sesuai seperti sedih, cemas, marah dan gembira. Variasi suara dan kecekapan bercerita perlulah sesuai dengan situasi episod cerita. Sebutan mestilah jelas.

Di samping suara, bahasa juga satu keperluan yang mesti diambil kira. Melalui bahasalah pengajaran bercerita itu dapat disalurkan. Oleh itu penggunaan bahasa perlu sesuai dengan tahap kebolehan pendengar. Sebelum istilah-istilah baru diperkenalkan, kanak-kanak perlu telah faham asas-asas bahasa yang boleh dijadikan titik tolak semasa bercerita. Pergerakan bahasa mestilah bergerak dari yang konkrit kepada yang abstrak. Apa yang penting cerita itu dapat difahami dengan jelas dan memberi kesan kepada murid-murid.

Aspek lain yang dapat mendukung keberkesanan cerita itu ialah gerak badan dan memek muka. Gerak badan dan memek muka perlu sesuai dan tepat. Memek muka yang berlebihan boleh menukar 'mood' murid-murid dan ini perlu dielakkan. Oleh itu hubungan guru dan murid itu mesti sentiasa terjalin semasa bercerita. Guru boleh menukar haluan jika didapati konsentrasi dan emosi murid tidak seperti yang diharapkan.

Teknik bercerita ini sebenarnya boleh dipraktikkan secara bebas oleh guru. Secara asasnya teknik bercerita itu hanya perlukan cerita, penyampai dan audiennya. Bagaimanapun dalam dunia pendidikan formal, teknik bercerita dapat dimodifikasi dan dimanipulasi mengikut kesesuaian dalam bilik darjah, bahan pengajaran dan teknologi pendidikan yang ada. Dengan itu lahirlah pelbagai metod yang boleh digunakan dalam menjayakan teknik bercerita ini.

Antaranya ialah bercerita sambil bersoal jawab. Sebelum guru memulakan cerita, murid-murid diarah untuk mendengar dan mengikuti jalan cerita dengan sepenuhnya, termasuk juga aspek-aspek pengajaran dan nilai yang terdapat dalam cerita tersebut. Sambil guru bercerita, guru akan berhenti bercerita dan menyoal murid-murid mengenai apa yang telah diceritakan. Kemudian guru menyuruh murid-murid meramal cerita seterusnya dan setelah itu menyambung kembali ceritanya. Ini bertujuan supaya murid-murid akan terus mengikuti cerita itu dan memahami cerita yang disampaikan. Teknik ini boleh digunakan untuk pengajaran kefahaman, karangan, kosa kata dan sebagainya.

Teknik bercerita juga boleh disampaikan terus melalui buku. Guru menyampaikan cerita kepada murid-murid melalui bacaan daripada buku cerita. Sementara itu murid-murid mendengar, memahami, menghayati dan kemudian diminta menceritakan kembali cerita yang didengar itu. Guru mestilah menghayati cerita yang dibacakan dan menyampaikannya dengan gaya dan intonasi yang boleh menarik minat murid untuk mengikuti cerita sehingga selesai. Menerusi teknik ini pengajaran bahasa seperti kemahiran bertutur, membina ayat, kefahaman, karangan, kosa kata dan sebagainya boleh diajarkan.

Teknologi moden dapat menambah variasi penyampaian. Murid-murid akan diperlihatkan dengan gambar-gambar slaid melalui OHP atau 'Power Point' komputer. Kemudian murid-murid diminta untuk memerhati gambar-gambar slaid yang ditayangkan dan seterusnya mengikuti cerita yang akan diperlihatkan dari slaid tadi. Menerusi slaid murid-murid dapat mengikuti urutan atau jalan cerita dengan mudah dan cerita itu akan lebih menarik.

Pita rakaman juga masih berkesan jika digunakan kerana ia dapat membantu kemahiran mendengar murid-murid. Murid-murid diperdengarkan kepada rakaman yang mengandungi urutan beberapa peristiwa dan mereka diminta mengimaginasikan peristiwa tersebut.

Jika guru berupaya untuk mewujudkan teater pembaca maka ia akan lebih baik dan berkesan dalam menyampaikan ceritanya. Teater pembaca adalah satu aktiviti drama yang boleh melibatkan semua murid dalam sesebuah bilik darjah. Sebahagian daripada mereka akan membaca sebuah cerita dengan penghayatan dan intonasi yang betul sehingga menimbulkan suasana cerita yang menarik dan mudah difahami. Ini bertujuan untuk membantu penonton memahami, menghayati dan merasakan seolah-olah cerita itu sedang berlaku di hadapan mata mereka. Pembaca hanya dikehendaki menggunakan suara, gerak badan dan memek muka. Namun begitu, teknik ini perlu perancangan yang rapi agar pengajaran dapat berjalan dengan lancar dan murid-murid dalam keadaan yang terkawal.

Bercerita menggunakan pelbagai seni bahasa itu sangat mendukung perkembangan kosa kata dan kepekaan murid kepada seni bahasa dan budaya mereka. Syair, pantun, sajak, seloka, gurindam, hikayat dapat digunakan untuk menambah variasi pengajaran dan pembelajaran. Guru boleh mereka sebuah syair yang berbentuk cerita umpamanya riwayat hidup seseorang, kisah-kisah sejarah yang bersesuaian dan sebagainya. Syair yang berbentuk cerita hendaklah disampaikan dengan penuh

penghayatan. Ini akan menimbulkan minat di kalangan murid-murid lebih-lebih lagi mereka jarang mendengar syair.

Bercerita menggunakan kad gambar atau gambar bersiri, gambar kartun, keratan akhbar dan keratan majalah juga dapat digunakan dalam mencari suasana baru dalam bercerita. Melaluinya murid-murid dibimbing membina cerita sendiri berdasarkan bahan-bahan rangsangan seperti gambar kartun dan keratan akhbar. Dengan menggunakan gambar-gambar kartun atau keratan akhbar murid-murid disuruh memerhati dan kemudian menceritakan mengenai gambar atau keratan akhbar itu. Mereka akan bercerita kepada guru dan rakan-rakan sedarjah. Cerita tidak perlu panjang. Murid-murid dapat dilatih menyampaikan maklumat dengan berkesan secara bersahaja. Ini membolehkan murid-murid berkomunikasi dengan lebih berkesan. Dengan ini, kemahiran berbahasa murid-murid dapat dipertingkatkan.

KESIMPULAN

Berdasarkan keterangan yang diberikan di atas dapatlah disimpulkan bahawa dengan menggunakan teknik bercerita banyak aspek-aspek bahasa, yang boleh diajarkan umpamanya empat kemahiran asas iaitu kemahiran mendengar, bertutur, membaca dan menulis. Begitu juga dengan memasukkan isi-isi pelajaran ke dalam cerita simpulan bahasa, perkataan berlawan, cakap ajuk, cakap pindah selain dari pengajaran karangan, fahaman, tatabahasa, kosa kata dan sebagainya. Di samping itu, guru juga seharusnya menyerapkan nilai-nilai murni melalui cerita. Dengan ini, prinsip bahasa merentas kurikulum dapat dipraktikkan. Di samping mereka seronok mendengar cerita mereka juga memperolehi pelajaran dan lebih memahami pengajaran cerita yang ingin disampaikan.

Selain daripada itu teknik ini juga dapat mencungkil bakat murid-murid dan memberi latihan kepada mereka untuk berhadapan dengan khalayak ramai. Namun begitu kita haruslah ingat bahawa teknik bercerita hanyalah satu jalan untuk menyalurkan pengetahuan kepada murid dengan cara yang menarik agar menimbulkan minat mereka untuk belajar. Panduan ini hanya diharapkan menjadi titik tolak untuk diterapkan dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Melayu dan pelajaran lain yang difikirkan sesuai oleh guru.

BIBLIOGRAFI

Ee Ah Meng, 1993, Pedagogi II Amalan Dalam Bilik Darjah, Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn. Bhd.

Kamarudin Hj. Husin, 1990, Pengajaran dan Pembelajaran Lisan, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Mok Soon Sang, 1993, Pedagogi 2 Strategi Pengajaran dan Pembelajaran Pengajaran Mikro, Selangor Darul Ehsan: Kumpulan Budiman Sdn. Bhd.

Raminah Hj. Sabran dan Rahim Syam, 1985, Kaedah Pengajaran Bahasa Malaysia, Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn.Bhd.

Sidang Pengarang, 1992, Kurikulum Baru Sekolah Rendah - Jilid 7 Aktiviti Bahasa, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

______________, 1995, Bahasa Melayu Sekolah Rendah Negara Brunei Darussalam Buku 4 Edisi Kedua, Bandar Seri Begawan: Jabatan Perkembangan Kurikulum, Kementerian Pendidikan.

______________, 1998, Kamus Dewan Edisi Ketiga, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

3; Judul Skripsi Teknik Komputer

  • Sistem Registrasi Ujian Negara STT Telkom
    •  Perancangan Dan Implementasi Data Warehouse Query Report Berbasis Web
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Kerusakan Pada Mobil Toyota Kijang
    •  Sistem Informasi Keuangan CV.Epsilon Group
    •  Perancangan dan Implementasi Portal Muslimah sebagai Sarana Pencarian Berbasis Web
    •  Aplikasi Portal Formula I
    •  Perancangan Aplikasi Forum Diskusi dengan Metoda Synchonour
    •  Perangkat Lunak Monitoring Laboratorium Teknik Informatika STT Telkom Berbasis Web
    •  Sistem Informasi Berbasis Web untuk Layanan Purna Jual Pelatihan Divlat PT. Telkom
    •  Perangkat Lunak Otomasi Pengelolaan APDB
    •  Perancangan Perangkat Lunak Sistem Informasi Layanan Data Keuangan Investor di Bursa Berjangka
    •  Sistem Informasi Non Operator
    •  Sistem Komputer Akutansi Koperasi Karyawan PT. Pintex
    •  Perangkat Lunak Bantu Perhitungan Sewa Lahan untuk Kabel
    •  Searching dan Kodefikasi Pengaksesan Dokumen Lumbung Warta Berbasis Web di Divisi Risti
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Pendaftaran Siswa Baru untuk Mendukung Proses Penyeleksian dan Penerimaan Siswa Baru di SMUN 1 Sumedang
    •  Perangkat Ajar Berhitung dengan Sempoa Sistem 1-4 untuk Mewujudkan Mental Aritmetika
    •  Aplikasi Pengelolaan Medical Record Pasien pada Klinik PT. LEN Indrustri Bandung Berbasis Web
    •  Sistem Informasi Laboratorium Teknik Elektro STT Telkom Berbasis Web
    •  Perangkat Pengidentifikasi Jenis Dan Akibat Narkotika & Obat Berbahaya
    •  Pembangunan Web Site Intranet Kandatel Bekasi
    •  Inventory dan Penelusuran Buku dan CD Berbasis Web Perpustakaan Virtual Procces Lab Divisi Risti
    •  Analisa dan Implementasi Linux Clustering dengan menggunakan PVM
    •  Aplikasi Sistem Informasi Perijinan Pengelolaan Wartel pada Distel Solo
    •  Aplikasi Tutorial Berbasis Web Mata Pelajaran Biologi tentang Anatomi Tubuh Manusia
    •  Aplikasi Bandung Tour Online
    •  Sistem Bimbingan Belajar UMPTN Berbasis Web
    •  Perangkat Lunak Pengelolaan Administrasi Jurusan Teknik Elektro STT Telkom Berbasis Web
    •  Perancangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia di Gereja Kristen Pasundan
    •  Warung On Line Kopegtel Divisi Risti
    •  Perancangan Sistem Penggajian Pegawai PT. Wahana Makmur Sejahtera
    •  Perangkat Lunak Sistem Inventararisasi Sim Card dan Voucher pada PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) Bandung
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Surat Ijin Usaha Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa
    •  Perangkat Lunak Pembantu Pembuatan Perangkat Bantu Ajar Tutorial Berbasis Komputer
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Inventari Hotel Berbasis Web (Studi Kasus Hotel Yehezkiel Bandung)
    •  Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web Propinsi Bengkulu
    •  Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Penyeleksian Calon Siswa SMU Negeri 3 Bandung
    •  Aplikasi Pengelolaan Transaksi Penjualan dan Pemesanan Berbasis Web pada Toko Gonzo
    •  Sistem Pengelolaan Sumber Informasi dan Pengetahuan Berbasis Web
    •  Sistem Informasi Administrasi KK-KTP pada Dinas Catatan Sipil PEMDA Kab. Bangli
    •  Aplikasi Pengelolaan Data Pelanggan Telkom Vision di PT. INTI Berbasis Web
    •  Perangkat Lunak Penjualan Komputer di Toko Media Tama Jaya Plaza
    •  Monitoring Prestasi Akademik dan Aktivitas Siswa Sekolah Menengah Umum Berbasis Web (Studi Kasus SMUN 3 Bandung)
    •  Desain dan Implementasi Aplikasi Pelaporan Gangguan Sistem Scada (LGS) pada PT. PLN APD Bandung
    •  Sistem Informasi Penjualan Barang Bekas
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Sistem Informasi Inventori Buku di Toko Al-Huda Bandung
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Pelaporan Performansi Top Ten Indikator Berbasis Web untuk Kancatel Cikajang Kabupaten Garut
    •  Perangkat Lunak Bantu Pengajaran Komputer Grafik dengan Pemograman Open GL Berbasis Web
    •  Perangkat Lunak Sistem Informasi Komersial Distributor Buku CV,Adipura D.I Yogyakarta Berbasis Web
    •  Mobile Registration STT Telkom Bandung
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Untuk Persediaan Hasil Hutan pada PT. Perhutani (Persero) Unit III Jawa Barat KPH Sukabumi
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Pengelolaan Pengajuan Peminatan Atas Tender pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sidoarjo Berbasis Web
    •  Perancangan Sistem Informasi Penjualan Suku Cadang Mobil
    •  Perangkat Lunak Aplikasi Pemesanan Kado Online (Studi Kasus di Toko Altari)
    •  Sistem Informasi Mahasiswa Berbasis Web di Lembaga Pusat Tutorial dan Pelayanan Mahasiswa (LPTPM) Universitas Terbuka Unit Bandung Utara
    •  Perangkat Lunak Sistem Informasi Keuangan BMT Bina Dhuafa Beringharjo Yogyakarta
    •  Sistem Informasi Penggajian Yayasan Sandhykara Putra Telkom
    •  Aplikasi Pemesanan Pementasan Seni Wayang Golek Giriharja 3 Basis Web
    •  Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Rekrutasi Calon Karyawan Bank BNI Padang
    •  Sistem HRM (Human Resource Management) Terpusat Dengan Menggunakan Jaringan Internet Untuk Multi Holding
    •  Perancangan Perangkat Lunak Rapat Online
    •  Perangkat Lunak Sistem Informasi Monitoring Dakwah di PUSDAI Jawa Barat
    •  Aplikasi Penjadwalan Pengajaran Menggunakan Algoritma Genetika (Contoh Kasus SMU 14 Bandung)
    •  Sistem Informasi Kost di Bandung Berbasis Web
    •  Perangkat Lunak Pengontrolan Trafik pada Perangkat Sentral EWSD
    •  Aplikasi Penilaian Prestasi Kerja Karyawan di Kandatel Garut
    •  Perangkat Lunak Visualisasi Pengerjaan Intruksi Mesin 8088 untuk Pengajaran BPTR
    •  Aplikasi Bantu Pentarifan Dasar Payroll dalam Implementasi SAP/R3 pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk
    •  Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Penyeleksian Pemberian Kredit Bagi Distributor Lokal Area Lumbung Dolog Jombang
    •  Sistem Pelayanan Informasi Olah Raga Berbasis Short Message Service (SMS) Di Radio Paramuda Fm
    •  Perangkat Lunak Sistem Informasi Jasa Travel Pariwisata
    •  Perancangan Aplikasi Bimbingan Tugas Akhir Secara Online
    •  Perangkat Lunak Sistem Administrasi Test Toefl Lab. Bahasa STT Telkom
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Sistem Informasi Inventory Control PT. Fdk Indonesia
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Sistem Informasi Akademik STT Telkom Berbasis Web
    •  Aplikasi Sistem Informasi Departement Front Office Di Hotel Kharisma Cirebon Berbasis Web
    •  Aplikasi Tutorial Cara Cepat Belajar Membaca Al Qur’an pada Anak Berbasis Multimedia
    •  Perangkat Lunak Pemodelan 3d Dengan Menggunakan Metode Nurbs
    •  Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pemilihan SLTA Untuk Usms Di STT Telkom
    •  Sistem Informasi Keuangan Pada Unit Simpan Pinjam Di Pusat Koperasi Karyawan Daerah Istimewa Yogyakarta
    •  Perancangan Sistem Informasi Di Penerbit Buku Sinar Baru Pada Bagian Pemasaran Berbasis Web
    •  Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Seleksi Penerima Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin) Studi Kasus : Kelurahan Bandarharjo Kodya Semarang
    •  Sistem Informasi Geografis (SIG) Pemantauan Status Gizi Balita Kab. Bandung
    •  Sistem Informasi E-Commerce PT. Mqs Daarut Tauhid
    •  Aplikasi MSALES dengan Menggunakan MIDLET pada Perangkat CLDC
    •  Simulasi Bisnis Manufaktur dengan Fuzzy Logic Metode Hoxley
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Sistem Informasi Pelayanan Purna Jual Produk Cpe (Costumer Premise Equipment) Pt,Inti
    •  Aplikasi Perangkat Lunak Pendokumentasian Arsip
    •  Perangkat Lunak Sistem Informasi Hotel Papandayan Jakarta
    •  Perangkat Lunak Sistem Informasi Divisi Perkapalan Di PT Pelayaran Korindo Berbasis Web
    •  Penggambaran Obyek-obyek 3D dengan Metode Koleksi Obyek
    •  Sistem Pakar Untuk Konsultasi Kesehatan
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Toko Online
    •  Aplikasi Bursa Kerja Bidang Teknologi Informasi Berbasis Web
    •  Perangkat Lunak Sistem Informasi Administrasi Akademik netMaster Institute
    •  Sistem Informasi Administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Web di Kantor Dinas Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Bandung Satu
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Administrai Persewaan Gedung Di Taman Budaya
    •  Sistem Informasi Administrasi Dan Perawatan Pelayanan Tahanan Dan Narapidana
    •  Tes Online Berbasis Text Mode Menggunakan Unix Shell Programming
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Pengelolaan Asuransi Mobil Berbasis Web di PT. Asuransi Raksa Pratikara
    •  Perangkat Lunak Administrasi Keanggotaan Berbasis Web di Koperasi Mahasiswa STTTekom Bandung
    •  Perangkat Lunak Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan
    •  Sistem Informasi Akademik TPB STT Telkom Berbasis Web
    •  Perancangan Sistem Informasi Berbasis Web Tempat Rehabilitasi Pecandu Narkoba Di Jawa Barat
    •  Perangkat Lunak Ensiklopedi Pesawat Tempur Bermesin Jet Produksi Amerika Berbasiskan Multimedia
    •  Perangkat Lunak Sistem Informasi Pemeliharaan Lokomotif Di PT. Kereta Api
    •  Pengelolaan Data Saham Anggota Usaha Bersama (UB) Sumber Rejeki
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Administrasi Hak-hak Atas Tanah untuk Notariat
    •  Pembangunan Perangkat Lunak Sistem Informasi Penjualan Dan Inventarisasi Suku Cadang Mobil Di Toko Bangkit Jaya Motor Karangampel Berbasis Web

Bag 2; Contoh Judul Skripsi Komputer

  • Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Material Requirement Planning di PT. Dehatex
       Perancangan Perangkat Lunak Perkuliahan PDP STT Telkom Bandung
       Perancangan Database Equipment Stock Total Indonesia Balikpapan Berbasis Web
       Implementasi Sistem Kompetensi Karyawan Berbasis Web di Lingkungan Divre III PT. Telkom
       Perancangan Perangkat Lunak Perencanaan Anggaran Pengajaran di PDP STT Telkom
       Pembangunan Perangkat Lunak Pelaksanaan Praktikum Jurusan Teknik Elektro
       Aplikasi Pemesanan Tiket Biro Perjalanan Marala Tour Berbasis Web
       Perancangan dan Implementasi Jaringan Komputer Sistem Diskless-Terminal
       Pembuatan Aplikasi Validasi Sebagai Pendukung Integritas Data Warehouse
       Sistem Informasi Parkir King’s Shopping Centre
       Perangkat Lunak Sistem Pelayanan Perijinan Departemen Perindrustrian dan Perdagangan Republik Indonesia
       Pusat Informasi Narkotik dan Obat-Obatan (Narkoba) Berbasis Web
       Perangkat Lunak Pemenuhan Gizi Bagi Ibu Hamil
       Pembuatan Aplikasi Manajemen Pelaporan Error dalam Pembangunan Corporate Portal Software di PT. Ebdesk Indonesia
       Pembuatan Aplikasi Distance Learning Mengenai Activity Based Costing Basic
       Implementasi Sistem Edutainment Berbasis Web
       Eka Purwanti 613970025 Implementasi Sistem Edutainment Berbasis Web
       Pemetaan Hierarki Pemanggilan Operasi Source Code Kernel Linux
       Perancangan Sistem Pelatihan Pengoperasian Video Conference Berbasis Web
       Perancangan Software Frontdesk Server Assistant (Fosa)
       Perangkat Lunak Pendukung Peningkatan Audit Mutu Internal SMM ISO 9000 di PT. Forest Citra Sejahtera
       Perangkat Lunak Tes Akademik On Line Berbasis Web
       Perangkat Lunak Pengelolaan Administrasi Jurusan Teknik Imformatika Berbasis Web
       Aplikasi Sistem Kepegawaian Rumah Sakit dr Slamet
       Analisa & Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan PT. Omedata Electronics Bandung
       Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan STT Telkom Berbasis Web
       Aplikasi Sistem Informasi Penjualan Properti Berbasis Web
       Visualisasi Perencanaan Sel pada Sistem Komunikasi Bergerak Seluler Digital GSM Berbasis Web
       Perancangan Sistem Informasi Lowongan Kerja Berbasis Web
       Perangkat Lunak Berbasis Web Registrasi Gladi
       Sistem Simulasi Perdagangan Berjangka Berbasis Online
       Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Perdagangan Komoditi Berjangka di PT. Nusatrade Media Graha
       Infrakstruktur Kompilasi dalam Lingkungan Linux
       Pembangunan Prospektus STT Telkom Interaktif Berbasis Multimedia
       Pembangunan Sistem Informasi Pelanggan PT. PLN Bandung Berbasis Web
       Perangkat Lunak Pemasaran Perumahan Panorama Jatinangor
       Implementasi Perdagangan On Line pada Pemilihan Obat-Obat Paten di PT. Kimia Farma
       Perangkat Lunak Pendukung Pengelolaan Administrasi & Keuangan PDP STT Telkom Bandung
       Perancangan & Pembuatan Aplikasi Pemantauan (Monitoring) Kondisi Memory Data Base Studi Kasus pada Data Base Kepegawaian PT. Vistalindo Global Solusi
       Aplikasi Lelang Berbasis Web

Bagian 1; Contoh Judul Skripsi Jurusan Teknik Komputer

  • Aplikasi Pemesanan Rental Mobil Hafa Yogyakarta Dengan Layanan Web dan WAP
  • Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran dan Persediaan Barang PT. Nycomed Amersham
  • Perancangan Perangkat Lunak Tender untuk Jasa Konsultan
  • SET Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SDM) PT. LEN
  • Deteksi Muka Depan Manusia dari Sebuah Citra Berwarna dengan Template Matching
  • Perangkat Lunak Sistem Informasi Pegawai PT. Stannia Bineka Jasa
  • Perangkat Lunak Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Orang Sakit
  • Analisa & Perancangan Sistem Monitoring Inventaris Barang PT. LEN
  • Implementasi SMS gateway dengan menggunakan bahasa alami dalam sistem informasi perdagangan (Studi Kasus Toko Amanna)
  • Studi dan Implementasi Konsep Business to Costumer dengan Teknologi M-Commerce berbasis WAP
  • Perancangan Sistem Informasi Berbasis Web pada Perpustakaan Umum Daerah di Singaraja
  • Sistem Aplikasi Try Out SPMB dan EBTANAS Berbasis Web Menggunakan PHP MySQL
  • Aplikasi Logika Fuzzy untuk Prediksi Penyakit dengan Metode Criteria Decision Making
  • Sistem Informasi Eksekutif untuk Perencanaan Tata Letak Anak Cabang Perusahaan (Studi Kasus Bank PD. BPR Bapas 69 Magelang)
  • Membangun Aplikasi Pustaka (Pusat Data Informatika) Berbasis Web
  • Aplikasi Algoritma Minimax pada Permainan Checkers
  • Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Porsi Dana Investasi Portofolio dengan Model Indeks Tunggal
  • Rancang Bangun Multiplayer Game Real Time Strategy Berbasis Macromedia Flash MX
  • Menentukan Volume Produksi dengan Menggunakan Metode Sugeno
  • Sistem Informasi dan Analisa Akuntansi di PT. Prima Cipta Informatika Yogyakarta
  • Penentuan Lokasi Optimal untuk Distribusi Unit Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) dengan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Sleman, DIY
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Daerah Pariwisata Propinsi Bali Berbasis Web
  • Rancang Bangun Aplikasi SMS Alert untuk Job Seeker (Studi Kasus di Alumni Career Center UII)
  • Membangun Sistem Perangkat Lunak untuk Efisiensi Biaya Proyek Pembangunan dengan Memanfaatkan FLOAT pada Metode Analisis Jaringan Kerja
  • Pemanfaatan Fuzzy Linguistic Hedge sebagai Pengecek Tata Bahasa (Grammar) pada Kalimat yang Berbahasa Inggris
  • Permainan Minesweeper dengan Komputer sebagai Pemainnya Menggunakan Metode Heuristik
  • Rancang Bangun Aplikasi Mobile untuk Pembayaran Listrik, Air, dan Telepon dengan Java 2 Micro Edition (J2ME)
  • Rancang Bangun Aplikasi Game Perang Pesawat dengan Menggunakan Macromedia Flash MX
  • Rancang Bangun Aplikasi Game Merapikan Kamar Menggunakan Bahasa Action Script pada Macromedia Flash MX
  • Pengkelasan Bentuk Kromosom dengan Menggunakan Metode Fuzzy Membership-Roster
  • Aplikasi untuk Knowledge Management pada Perusahaan Pelayanan Kesehatan Berbasis Web menggunakan PHP
  • Sistem Informasi Perusahaan Terpadu Berbasis Web
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Eksekutif (SIE) Studi Kasus pada Koperasi Unit Desa (KUD) Sri Makmur, Desa Keras Wetan, Kec. Geneng, Kab. Ngawi, Jawa Timur
  • Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosa Penyakit Kulit dan Pengobatannya dengan Basis Pengetahuan yang Dinamis
  • Pengembangan e-Catalogue dengan Metode Pengembangan Berorientasi Objek
  • Membangun Aplikasi Multimedia Edukatif-Games sebagai Alat Bantu Belajar
  • Rancang Bangun Alat Bantu Ajar Matematika untuk Anak-Anak dengan Macromedia Flash MX
  • Rancang Bangun Aplikasi Action and Strategy Games Pasukan Anti Teroris Menggunakan Teknologi J2ME
  • Aplikasi Data Mining dengan Menggunakan Metode Decision Tree untuk Prediksi Penentuan Resiko Kredit
  • Simulasi dan Visualisasi Penyelesaian Job-Shop Model dengan Menggunakan Borland Delphi
  • Estimasi Biaya Empiris Menggunakan Constructive Cost Model